Senjakala Demokrasi Kampus

1_6

Oleh Djati Mradjak

Perjuangan gerakan mahasiswa dan rakyat di tahun 1998 menghasilkan reformasi yang telah membuka ruang demokrasi. Dalam perjalanannya adalah para elit-elit politik borjuis yang mendapatkan kekuasaan. Dengan mempertahankan sisa-sisa Rejim Militer Soeharto dan melemahkan gerakan rakyat. Mereka menerapkan neo-liberalisme sementara ruang demokrasi dipersempit untuk mempelancar penerapan tersebut. Semakin banyak kemiskinan, semakin banyak penderitaan, kesengsaraan, represi dan kekejaman menjadi tanah subur bagi berkembangnya ideologi reaksioner, termasuk juga di dalam dunia akademik [1].

Lingkar Studi Sosialis (LSS) mencatat terjadi 23 kali pemberangusan kebebasan demokrasi di kampus pada periode Desember 2014-Desember 2015. Birokrat kampus menjadi pelaku pemberangusan paling banyak (sebesar 42,1 %) disusul aparat negara dan milisi sipil reaksioner.

Paling baru, pelaku pemberangus ruang demokrasi di kampus adalah Rektorat Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta, yang membungkam Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Pendapa. Melalui rilisan persnya, LPM Pendapa menyatakan bahwa upaya-upaya pembungkaman telah dilakukan oleh Rektorat UST Yogyakarta, seperti: tidak mengesahkan kepengurusan, menyetop pendanaan, hingga mengancam pengosongan sekretariat [2].

Setahun yang lalu, majalah Lentera di Universitas Kristen Satya wacana (UKSW), Salatiga, Jawa Tengah dibredel Dekanat dan Polisi. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (UKSW), Daru Purnomo mengeluarkan surat pernyataan penarikan majalah Lentera di UKSW, Salatiga, Jawa Tengah. Sebanyak 500 eksemplar majalah Lentera edisi 3/2015 dengan tema “Salatiga Kota Merah” yang membahas tentang sejarah PKI, ditarik dari peredaran karena dianggap berdampak negatif di kalangan masyarakat.

Mei 2016, Buletin Poros edisi Magang yang kedua mengangkat isu tentang pendirian Fakultas Kedokteran. Dalam berita itu ditulis bahwasanya kampus saat ini masih belum maksimal dalam fasilitas namun tetap membuka Fakultas Kedokteran. Berkat berita ini Fadlil (Wakil Rektor III Universitas Ahmad Dahlan) kemudian mengatakan dia kecewa dengan Poros dan menuduh Poros sudah keterlaluan dalam pemberitaan. Menurut Poros, hal senada juga disampaikan oleh Hendro Setyono, Kepala Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UAD, bahwa Poros selalu menjelek-jelekkan kampus dan menuduh kami yang ada di Poros tidak suka dengan UAD [3].

September 2016, Birokrat UMY membubarkan Perpustakaan Jalanan Komunitas Rakyat Sastra dengan alasan tidak memiliki izin dan ilegal. Rahmadi, kepala Urusan Keamanan Biro Umum UMY, menyatakan “Hanya organisasi internal yang diperbolehkan, sedangkan organisasi eksternal dilarang.” [4]

Untuk mendapatkan demokrasi sejati di dalam kampus, para mahasiswa yang selama ini berada dibawah birokrasi kampus; para dosen yang upahnya murah; bahkan buruh-buruh di institusi pendidikan (dari satpam hingga buruh jasa kebersihan) yang masih ditindas dengan sistem kerja kontrak, outsourcing dan upah murah adalah mereka yang seharusnya berkuasa di dalam kampus. Mereka harus memiliki organisasi atau badan-badan yang menghimpun seluruh kekuatan mereka dan memiliki posisi yang sejajar dengan birokrasi kampus. Seluruh kebijakan kampus dari kurikulum, jadwal kuliah, metode pengajaran, jaminan kesejahteraan, pergantian birokrasi kampus, dsb harus diputuskan bersama mereka [5].

Referensi:

[1] Nelsen D, Kapitalisme Menghancurkan Demokrasi di Dunia Akademik, Boemi Merah No. 1 Januari 2015

[2] http://persma.org/siaran-pers/jangan-renggut-hak-hak-lpm-pendapa

[3] http://persmaporos.com/kronologis-pembekuan-pers-mahsiswa-poros/

[4] ekspresionline.com/2016/09/23/birokrat-umy-bubarkan-perpustakaan-jalanan/

[5] Nelsen D, Kapitalisme Menghancurkan Demokrasi di Dunia Akademik, Boemi Merah No. 1 Januari 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s